Hari Suci Lebaran

Alhamdulillah tiba saatnya Hari Suci Lebaran yang dinanti-nanti, tahun ini hari pertama jatuh pada hari Senin, 28 July 2014. Malam sebelum hari lebaran, langit dipenuhi dua buah suara, yaitu petasan dan gema takbir yang bersahut-sahutan. Indah sekali suaranya, mendamaikan hati.

2014-07-28-13-54-40_deco

2014-07-28-22-35-01_deco

IMG_20140728_193650

IMG_20140728_224533

mtf_LJNsc_3111

Hari Pertama. Seperti tahun-tahun sebelumnya, keluarga besar Yusuf berkumpul di rumah Nenekku satu-satunya. Rumahnya hanya 5 menit jalan kaki dari rumahku. Kami saling bersalam-salaman, makan ketupat dan bersenda gurau seharian.

Anak kandung Nenek Soleha ada 8 orang, lalu nenek memiliki 8 orang menantu, 22 orang cucu, 4 orang cucu menantu dan 5 orang cicit. Mamaku anak ke-4. Aku sendiri anak ke-2 dari 4 bersaudara. Semuanya cantik-cantik. Satu kebiasaan kami ber-4 sebelum lebaran adalah shopping bareng dan membawakan oleh-oleh untuk ayah mama di rumah. Tema kami ber-4 tahun ini adalah memakai long dress.

Tahun ini, ada yang lain. Siang menjelang sore cami-ku datang sambil membawa 2 kotak coklat delfi. Dirinya memakai baju koko putih sederhana. Semua keluargaku sudah pernah mengenalnya, jadi tidak perlu bersusah payah mengenalkannya lagi. Bahkan hari itu dirinya “dikerjai” dengan keanehan sepupu-sepupuku dan dirinya dinyatakan lulus untuk menjadi bagian keluarga Yusuf hahahaha jangan kapok yah bebzz :p

Lalu karena tidak akan kemana-mana lagi, akhirnya aku ikut cami-ku pulang ke rumahnya. Gantian lebaranan ke keluarganya. Hanya berbincang sampai magrib (termasuk makan ketupat lagi), lalu cami mengantarkanku pulang.

Hari Kedua. Lebaran hari kedua kami keluarga besar Yusuf dan keluarga besar lainnya berkumpul jadi satu di rumah tante Tika di daerah Ciputat, Bintaro. Rumahnya tidak terlalu besar namun cukuplah buat kami tersebar dari halaman belakang sampai jalanan depan rumah. Kan yang penting kebersamaannya hihihi. Tema baju keluarga Yusuf tahun ini hanya untuk perempuan saja, yaitu pakai baju seragaman saat nikahan salah satu sepupu Oktober tahun lalu. Beda warna tapi sama modelnya.

2014-07-29-15-03-03_deco

mtf_LJNsc_3122

Dulu sebelum diadakannya “Arisan” atau “Asinan”, kami antar sepupu tidak saling mengenal. Kenal, tapi tak sayang. Kalau kami sedang dikumpulkan yang ada suasana menjadi sangat kaku dan aneh. Hanya diam-diaman saja satu sama lain. Kalaupun ada yang ngobrol, hanya antar saudara kandung saja hahahaha.

Aku sangat bersyukur karena dilahirkan dalam keluarga besar, islam dan penuh kasih sayang seperti ini. Walaupun keluarga kami sangat sederhana, tapi kebersamaan kami tidak dapat digantikan oleh apapun.

Nenek adalah kunci utamanya. Nenek adalah pusat keluarga kami. Nenekku usianya sudah 86 tahun, tapi beliau masih segar bugar. Masih dapat berjalan dengan gagahnya. Walaupun menjelang usianya yg ke 87 Oktober ini, kepikunan mulai menggerogoti pikirannya. Nenek ingat hal-hal yang terjadi di masa lalu, tapi susah merekam apa yang terjadi di masa sekarang. Ya Allah jagalah kesehatan nenekku, berikanlah beliau cukup umur agar bisa melihat cucu-cucunya menikah. AAMIIN.

Bagaimanapun keluarga kalian, jaga dan syukuri yah! Salam cinta.

2014-07-29-15-38-22_deco

Advertisements

Bukber Yuk!

Hal-hal yang aku sukai saat bulan Ramadhan adalah orang-orang berubah menjadi jauh lebih baik dibandingkan bulan-bulan lainnya. Suasana di bulan Ramadhan sangat tenang dan nyaman. Mungkin karena di bulan ini adalah bulan suci yang penuh ampunan-Nya. Setiap doa lebih didengarkan dan diijabah oleh-Nya. Dan di bulan ini merupakan ajang mempererat silahturahim lewat acara Bukber alias Buka Bersama.

Sebelum masuk bulan puasa saja, aku sudah mulai mencorat-coret kalenderku untuk temu janji bukber dengan teman-temanku. Daaann buka puasa pertama kali aku bertemu dengan :

1.Sahabat terbaikku semasa kuliah dulu
mtf_LJNsc_2767 Sabtu, 05 July 2014. Mereka adalah Ze yang aku panggil Mbul karena perutnya yang super mbul, mengajak anak perempuannya yang lucu bernama Lala. Suaminya sedang ada dinas jadi tidak bisa ikut serta. Lalu Mariska yang aku panggil Bune tanpa alasan hahaha, kita sudah bersama-sama sejak masa ospek dulu dan terakhir Rizky (Mariska’s Husband) yang kebetulan juga teman dekatku saat aku kerja di kantor keduaku dulu. Kita berempat satu kampus. Kita berlima makan di D’cost, Plaza Semanggi. Untung saja kita datang sebelum jam 5, karena pas jam 5 saja semuanya sudah full booked. Biasalah kalau bulan puasa menjelang berbuka dimana-mana pasti penuh. Kami memesan beberapa makanan yang rasanya dijamin enak. Sebelum dan sesudah makan, kami berfoto ria menggunakan kamera dan tongsis punya Rizky. Dan sebelum pulang, kami berbelanja sebentar ke Giant. Pertemuan yang menyenangkan, melepas kangen satu sama lain.

2.IA08 (kelasan anak gundar yang kerenz)
mtf_LJNsc_2781 Selasa, 08 July 2014. Siapa teman-teman kamu yang terakhir saat masa sekolah dulu? Teman Kuliah tentunya. This is it, inilah rombongan kelas IA08 yang masih suka kumpul bareng. Sebenernya sih bisa lebih banyak, tapi kebetulan banyak yang berhalangan. Daripada tidak menemukan lagi hari yang tepat, jadilah kita capcus hari itu ke Citos, Malay Resto. Tempatnya lumayan enak, makanannya kebanyakan kari-kari. Masakan khas Malaysia. Kami pulang agak malam karena menunggu satu teman kami yang lembur. Yang datang hari itu adalah aku, Mariska, Putri, Dhika, Adrie, Arief dan Mizi. Sangat kurang ramai, tapi tetap tidak pernah bosan temu kangen setiap tahunnya.

3.Bukber SMUN 63, Petukangan Utara
mtf_LJNsc_2805 Rabu, 09 July 2014. Akhirnya setelah 1 tahun tidak mengadakan bukber seramai tahun sebelumnya (di Dadu Ciledug tahun 2012), akhirnya bukber tahun 2014 terlaksana kembali dengan ramai dan meriah. Kami memesan tempat di Warung Ayam Bakar Siti, Bintaro sektor 7. Tempatnya lumayan jauh dari rumahku, tapi karena pakai kendaraan pribadi & mengikuti GPS, jalannya hanya lurus-lurus saja mengikuti jalan utama dari arah Bintaro Plaza. Tepatnya di belakang SMK Penabur, Bintaro. Yang datang lebih dari 60 orang dan beberapa orang membawakan takjil yang berbeda-beda, nikmat sekali. Sebagian teman sudah punya pacar, sudah menikah bahkan sudah membawa anak-anak mereka. Rasanya jadi ingin cepat-cepat menyusul hihihi. Aamiin.

4.Sekolah Dasar
mtf_LJNsc_2842 Sabtu, 12 July 2014. Bisa dibilang, teman-teman yang sampai saat ini masih sangat dekat berhubungan dan sudah mengetahui aib masing-masing ada di sini, Sekolah Dasar. Genkku ada 5 orang : Mutia, Mala, Hesti, Anin dan aku. Seperti biasanya kami merencanakan bukber. Setelah berembuk dan menentukan tanggal yang pas, kami mengajak anak-anak lainnya untuk bukber. Tempatnya di restoran Eat & Eat, Gandaria City. Eat & Eat merupakan perkumpulan restoran yang bisa dijadikan pilihan. Proses pembayarannya unik, yaitu sebelum memesan makanan kita diwajibkan mengambil kartu bayar di depan dengan nominal pop up sesuka kita. Minimal 50rb. Kartu hanya dipinjamkan, biaya kartu 15rb (kalau tidak salah :p). Kalau kita debit BCA, kartu bisa menjadi milik kita seumur hidup dengan minimal pop up juga 50rb. Sedangkan kartu debit Mandiri minimal pop up 100rb. Jadi kalau kita pop up lagi, tidak perlu bayar biaya kartu lagi. Berkumpul dan bersenda gurau melepaskan kepenatan.

5.Bukber Keluarga Besar Imesco Dito
Rabu, 16 July 2014. Setiap tahunnya, Imesco pasti rutin mengadakan acara bukber di rumah bos besar, Eddy Sutrisno. Tahun ini dibarengi dengan ulang tahun beliau, jadi yang datang tidak hanya keluarga besar Imesco Dito melainkan teman, kerabat dan keluarga beliau juga. Makanannya banyaaakk sekali, luar biasa. Kami juga melaksanakan shalat magrib dan taraweh bersama-sama. Semoga kekeluargaan Imesco Dito tetap terjalin selamanya 🙂

6.Familyy Tiimeee (+ Asinan Y2)
mtf_LJNsc_2889 Minggu, 20 July 2014. Apa yang menurutmu paling penting di dunia ini? Keluarga! Keluargaku, atau lebih tepatnya aku dan sepupu-sepupuku, tiap 3 (tiga) bulan sekali mengadakan “Asinan” alias Asik Silahturahim dan Senang-senang hahahaa. Asinan kali ini, diadakan berbarengan dengan Bukber Keluarga Besar Yusuf, di rumah Nenek tercinta. Kami kumpul jam 3-4 sore. Karena kata ketua Asinan, akan ada game seru sambil menunggu waktu berbuka. Dan ternyata memang seru! As always. Kami juga melaksanakan shalat magrib dan taraweh berjamaah. Setelah puas berkumpul, kami pun pulang dengan senang.

Ini cerita Bukberku, mana ceritamu?

SALE SALE SALE!

Logo_HUT_Final jakarta-great-sale







Seperti tahun-tahun sebelumnya, Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2014 kembali digelar selama 1,5 bulan mulai 7 Juni 2014 hingga 19 Juli 2014.

Thank God It’s Friday! Setelah dilanda kejenuhan selama seminggu ini karena kurangnya kerjaan di kantor, jam 11:30 WIB aku ditelepon temanku dan kami pun pergi ke Blok M Plaza naik taxi. Aku, mba Nana & mba Dhiba. Karena sedang berpuasa, kami tidak ke Restoran melainkan langsung menuju TKP –> Matahari Department Store.

Di Matahari sedang banyak diskon yang ditawarkan. Mulai dari diskon 20% – 50%, juga bisa mendapatkan kupon Rp.100rb jika melakukan pembelian Rp.300rb. Kupon tersebut hanya dapat digunakan pada hari yang sama dengan minimal pembelian Rp.200rb.

Dan aku JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA! Bukan, bukan sama siapapun, tapi sama dress anggun yang terpajang di salah satu sudut toko. Ukurannya sangat pas di badanku termasuk panjangnya, adem dan lembut. Warnanya coklat kebiruan, seperti motif batik. Setelah meyakinkan diri dengan mencobanya di kamar pas, akhirnya aku membelinya. Harga awal Rp.375rb diskon 20% menjadi Rp.303rb. Aku mendapatkan kupon Rp.100rb. Awalnya aku ingin membeli sepatu seharga 200rb, namun tidak ada yang aku suka. Akhirnya aku berkeliling mencari kaos Nevada yang lucu-lucu. Dapatlah aku 2 buah kaos lengan panjang dan pendek seharga Rp.99.900/kaos. Artinya aku hanya membayar Rp.100rb untuk 2 buah kaos tersebut. Mungkin harganya tetap tidak lebih murah kalau aku beli di ITC, tapi aku tetap merasa puas :p

Mungkin Next Shopping akan hunting High Heels lagi?

Exploring Dufan With Wisma Kiwanis Kids

Dufan

Liburan sekolah itu saat yang tepat untuk ngajak anak jalan-jalan. Jumat, 27 Juni 2014, kami para pengasuh menemani anak-anak asuhan kami “Wisma Kiwanis” berpetualang di Dufan untuk pertama kalinya. Apakah kalian bisa membayangkan bagaimana bersemangatnya mereka dibalik wajah-wajah pemalu mereka? Sangat bersemangat!

Kami tiba di Dufan sekitar pukul 11 siang. Harga tiket tahun ini Rp.250rb/orang, dan jika tambah Rp.10rb akan mendapatkan Annual Pass (Free Pass Dufan selamat 1 tahun). Harga masuk ancol Rp.20rb/orang dan Rp.20rb/mobil. Setelah beberapa menit mengantri tiket, kami langsung masuk dan berburu wahana pertama.

Kora-kora Kora-kora. Wahana berbentuk perahu besar yang terobang-ambing di langit. Semakin cepat dan tinggi perahu berayun, akan semakin menegangkan. Terlihat wajah anak-anak yang tertawa saat menaikinya. Kadang ada beberapa orang yang mual naik perahu ini.

DSCN9697 Lalu anak-anak memilih Ontang-anting. Wahana berupa kursi duduk, lalu diputar searah jarum jam selama beberapa menit. Mungkin kalau mata dipejamkan serasa terbang di angkasa. Aku tidak berani naik ini, karena aku selalu terbayang bagaimana kalau tali kursi itu putus? Nanti tubuhku yang mungil ini terpental entah kemana. OMG.

Halilintar Ini dia wahana ternama di setiap Taman Bermain sejenis Dufan di seluruh negara, Halilintar. Kereta panjang tanpa atap yang siap berjalan di atas rel yang panjang, tinggi dan berliku. Dulu aku pernah coba dan cukup sekali aku naik ini. Sangat menegangkan saat kereta meluncur cepat dr keadaan terbalik ke bawah >____<

IMG_0002 Untuk meredakan adrenalin, akhirnya kami masuk wahana air yang bernama Arung jeram. Ini wahana favoritku! Duduk di perahu bulat sebanyak 8 orang, lalu berjalan menyisiri sungai yang bergelombang. Ada tempat duduk yang bisa basah terciprat air, ada juga yang tidak kena. Tergantung keberuntungan dalam memilih tempat duduknya. Kalau aku basah, kusebut itu keberuntungan hahaha.

?????????? Nia Gara2 juga wahana air. Tapi berupa perahu panjang yang muat maksimal 5 orang. Berjalan tenang menyisiri pipa air terbuka, naik lalu turuun dengan cepat. Wahana ini juga cukup seru.

?????????? Anak-anak SD kepingin naik ini, Komedi Putar. Hanya kursi berbentuk kuda yang terbuat dari keramik, berputar beberapa kali. Selain itu kami juga naik perahu air, nonton 3D film Paddle Pop, Gajah Beledug dan Bombom Car.

?????????? Kalau kalian ingin melihat keadaan sekitar Dufan, naiklah Bianglala. Walau pun buatku agak tegang saat berada dipuncak karena anginnya besar dan dapat menggoyangkan sedikit bianglalamu, tapi belum lengkap rasanya kalau belum naik ini untuk bersantai menikmati pemandangan dan angin sepoi-sepoi.

Walaupun aku tidak naik banyak wahana dan sangat melelahkan menemani anak-anak bermain, tapi aku senang melihat senyum tawa mereka semua. Ini pertama kalinya aku pergi jalan-jalan bersama mereka.

Setelah puas bermain, pukul 19:00 WIB kami akhirnya keluar dari Dufan dan langsung menuju tempat makan “Bakso Lapangan Tembak Senayan”. Kemacetan yang terjadi malam itu membuat kami tiba di rumah lewat tengah malam. Semoga kalian senang yah. Sampai ketemu lagi, guys!

Story of Yogyakarta

Holidaayy

Awalnya, aku berpikir keras, mau kemana liburan panjang kali ini? Karena kebetulan tanggal 30, 31 & 1 cuti bersama dari kantorku. Lalu, temenku Hesti yang kebetulan sedang liburan anak sekolah (dia guru) mengajakku liburan ke Jogja ♡ Setelah berdiskusi, kami sepakat berangkat tanggal 28 Desember 2013 siangIMG-20131224-WA0000 IMG-20131226-WA0005 & pulang tanggal 01 Januari 2014 pagi. Dengan restu raja & ratu di rumah, aku booking tiket pesawat Lion Air keberangkatan jam 06:50 pagi untuk tanggal 01 Januari 2014, Jog – Jkt. Dan temanku membeli tiket bus Maju Lancar keberangkatan jam 12:30 siang tanggal 28 Desember 2013, Jkt – Jog. Yang katanya 14 Jam perjalanan. Kenapa naik bus? Karena tiket pesawat Jkt – Jog mahal, begitu pula dengan tiket kereta (juga full booked). Jadilah dengan 175 rb, kami berangkat ke Jogja.

DSCI011928 Desember 2013. Tepat jam 13:30 WIB, bus kami berangkat keluar dari pool-nya yang terletak di jalan Ciledug Raya. Bus-nya nyaman. Aku membawa 1 backpack eiger berisi baju dkk, 1 tas ransel kecil berisi hal2 penting & 1 tas kecil berisi cemilan untuk di perjalanan. Bus kami berhenti 2x, yaitu jam 16:30 & jam 01:00 dini hari. Pemberhentian pertama, kami makan Nasi Soto karena takut bus tidak berhenti lagi. Aku baru tahu, kalau duduk terlalu lama bisa membuat kaki kita bengkak. Pantas sepatuku jadi sangat sempit dan membuat kakiku sakit.

29 Desember 2013. 01:00. Pemberhentian kedua, aku membeli popmie karena lapar. Mencicipi teh manis hangat yang memang wisma kurniadisediakan di dalam bus. Akhirnya, sekitar jam 04:00 kami tiba di Jogja. Maju Lancar memberikan fasilitas bus kecil cepat untuk mengantar ke tujuan kami masing-masing. Tadinya kami sempat mau menginap di rumah Pak De temanku. Tapi berhubung rumahnya lumayan jauh di Kaliurang, kami berpikir untuk sewa losmen 2 malam. Kebetulan, kami dapat penginapan bernama Wisma Kurnia di Nologaten, dekat Ambarukmo Plaza. Sekitar 15 menit ke Malioboro. Musim liburan begini, hotel-hotel di Malioboro sudah full semua. Jalanan juga padat di sana, banyak mobil berplat B & turis seperti kami. Begitu tiba di penginapan, kami langsung mandi, shalat & bebenah. Lalu mengangkat kedua kaki kami ke atas sebentar agar kaki kami pulih.

Setelah puas tidur, sekitar jam 11 siang kami berangkat dari penginapan menuju kawasan UGM. Ada Kedai Jamoer enak di sana.Nasi Goreng Jamur Special Oh iya, dari Nologaten ke UGM kami harus berjalan kaki ke luar gang (kurang lebih 10 menit) lalu naik taxi biar cepat. Setelah makan, kami ke halte Trans Jogja. Kami mau pergi ke Prambanan.

Trans Jogja. Cukup bayar 3 rb saja dan kamu sudah bisa keliling Jogja. Tapi sayang, armada Trans Jogja tidak sebanyak Trans Jakarta. Kami harus menunggu minimal 20 menit untuk naik Trans Jogja, belum kalau harus transit. Saat transit, kami menunggu 90 menit untuk ke Prambanan.

mtf_LJNsc_23815:30. Karena Trans Jogja jurusan 1A terus penuh sedangkan Prambanan tutup jam 5 sore, akhirnya kami memutuskan untuk naik taxi saja. Di Jogja, tidak ada Blue Bird/Express. Armada taxi hanya dibataskan -+14 perusahaan saja & diutamakan perusahaan lokal (info by supir taxi). Taxi-nya suka langsung tembak harga alias tidak memakai argo. Sudah ada list harga tersendiri sesuai dengan tujuan penumpangnya. Terkadang harga di list bisa lebih mahal atau bahkan lebih murah daripada memakai argo. Tergantung padatnya jalanan. Kami memilih argo.mtf_LJNsc_236

Akhirnya, jam16:30 kami tiba juga di Prambanan. Harga tiket 35 rb. Kami dsuruh memakai kain batik putih hitam yg dbalutkan di pinggang. Candi Prambanan adalah candi orang hindu, terlihat sangat megah kokoh berdiri walau usianya sudah sangat tua. Aku suka Prambanan. Tadinya, kami ingin melihat Ramayana Ballet yg terletak dekat Prambanan. Tapi sayangnya hanya ada hari Sabtu, Selasa & Kamis. Setelah puas mengagumi & berfoto ria, kami bergegas mengelilingi pasar yang terletak di sekitar Prambanan.

18:30. Kami kembali naik taxi menuju alun-alun yang letaknya paling ujung setelah Malioboro & Kraton. Ada Bakmi Jawa Pele di sana. Dengan rasa lelah & lapar, kami menunggu sabar selama hampir sejam Bakmi Jawa tersebut. Tapi ternyata rasanya tidak recommended (maaf). Sedikit tertatih kami berjalan kaki menuju Kantor Pos terbesar di Malioboro, menunggu taxi yang sulit sekali didapat. Akhirnya, kami naik Becak Motor. Malam-malam naik becak di Jogja, langit sudah gelap & angin sepoy-sepoy. Berusaha menghilangkan rasa lelah. Sekitar jam 23:00 kami tiba di penginapan. Kami bergegas bersih-bersih karena besok harus bangun pagi menuju Magelang.

Hari pertama di Jogja sangat melelahkan dan mengeluarkan uang transport yang lumayan besar. Kami menghelakan nafas panjang. Di Jogja jika tidak bawa kendaraan pribadi pilihannya cuma 2 : Mau cepat tapi mahal atau mau murah tapi capek nunggu dan lama diperjalanan.

IMG-20131230-WA000530 Desember 2013. Dengan tekad “Penghematan”, jam 09:00 kami berangkat menuju Magelang. Ada Candi Borobudur di sana. Dari Halte seberang Ambarukmo Plaza, kami transit 1x lalu sambung Bus Camar menuju Borobudur, Magelang. Sekitar 2.5 jam perjalanan. Perjalanan lancar menggunakan Trans Jogja. Dengan bekal ‘Ilmu Sabar’ yang sudah kami dapatkan kemarin, akhirnya kami tiba di Magelang. Tiba di terminal Magelang, kami sambung becak ke Borobudur. Karena lapar, kami mampir di warung maakn mencicipi bakso & mie ayam (temanku). Magelang dingin, hari itu hujan terus menerus. Setelah makan, shalat, lalu kami masuk ke dalam ruang Audio Visual Sejarah Borobudur. Cukup 20 menit sambil menunggu hujan reda, lalu kami berjalan perlahan menuju Candi Borobudur.

Pekarangan Candi Borobudur lebih luas daripada Prambanan. Candi-candinya pun terletak dalam 1 komplek yang menyambung. Ada 4 tangga masuk. Di sana ramai sekali. Harus bersabar menaiki anak-anak tangga untuk mencapai puncak candi. Konon katanya, kalau kita bisa memegang tangan patung yang ada di dalam candi berlubang belah ketupat, cita-cita kita akan terkabul. Ini kepercayaan Budha. Iseng saja aku mencoba, patungnya jauh sekali. Tubuhku yang mungil tidak bisa menggapai tangannya, hanya sampai kakinya saja. Hahaha.

Suasana & cuaca saat itu tidak terlalu bagus. Karena sedikit lelah, basah, becek, kehujanan & tidak nyaman dengan keramaian yang terlalu padat, kami jadi tidak terlalu menikmati. Di sana, kami juga sempat bertengkar karena aku lengah menaruh sebentar payung kecil milik teman adiknya di pinggiran untuk berfoto. Dalam hitungan detik, payungnya hilang T.T | Dasar payung aja pake diambil zZzz malesin. Mamam tuh payung.

Sebelum kembali ke Jogja, kami mampir ke tempat belajar membatik menggunakan canting. Hanya selembar kain dengan gambar2013-12-30-17-58-50_deco sederhana. Ternyata, membatik dengan canting sangat membutuhkan kesabaran, ketelatenan & kekreatifan. Canting juga harus selalu panas biar hasilnya bagus. Setelah membatik, kami menjelajah pasar traditional di sekitar Borobudur. Banyak sekali barang yang bisa dibeli dan ditawar di sini. 80 % oleh-oleh yang mau kubelikan sudah kebeli di sini dengan harga miring. Dengan membawa gembolan yang cukup berat, kami kembali ke Jogja. Sampai di terminal Giwangan Jogja, lagi-lagi kami menunggu Trans Jogja lamaa sekalii! Karena lelah, begitu tiba di Nologaten kami langsung makan. Makan A&W di dalam Ambarukmo Plaza. Jauh-jauh ke Jogja makan A&W juga hahaha kocak sekali. Itu karena kami sudah lelah untuk kuliner lagi. Kami tiba di penginapan lebih cepat dari kemarin (jam 21:00) dan kami puas karena hari ini berhasil menghemat uang transport. Berhasil!

31 Desember 2013. Sekitar jam 10 pagi, kami berangkat menuju Malioboro – Hotel Mutiara. Tujuan pertama kami adalah Lumpia IMG-20131225-WA0005 Lumpia SamijayaSamijaya. Banyak penjaja Lumpia di Malioboro, tapi Lumpia Samijaya yang paling digemari. Isinya sayur+ayam+telor puyuh, dimakan dengan parutan bawang putih. Jika kita menghadap ke Hotel Mutiara, Lumpia Samijaya letaknya tepat di depan sebelah kiri Hotel. Cepat sekali habis. Setelah memesan sebanyak 35 buah lumpia, kami keliling Malioboro – Kraton menggunakan becak yang sudah biasa berkeliling. Katanya, becak-becak itu bekerja sama dengan beberapa toko-toko dengan mendapatkan tips apabila turis yang mereka bawa membeli dagangannya. Becak kami membawa kami ke Toko Bakpia, Toko Kaos Dagadu, Toko Batik dan Kraton.

Hari itu Jogja diguyur hujan. Hanya sesekali berhenti. Di dekat Toko Batik (lupa jalan apa), ada Kupat Tahu enak dan murah. Katamtf_LJNsc_291 abang becak, kalau di Jl Malioboro harga sudah lebih mahal. Setelah makan, kami lanjut ke Kraton. Masuk ke dalam perumahan Sultan yang sangat luas. Melihat2 barang2 berharga di museum. Dari kraton, becak kami memulangkan kami ke depan Hotel Mutiara. Kami pun menikmati Lumpia Samijaya yang masih hangat, nikmat sekali. Dengan tambahan barang bawaan, yaitu berkotak2 bakpia dan puluhan lumpia, kami berjalan kaki menyusuri Malioboro. Mampir ke Vredeburg.

VredeburgVredeburg merupakan museum nasional Indonesia yang berhubungan dengan kota Jogja. Kami juga mampir ke Pasar Beringharjo, masih di sepanjang Malioboro. Pasarnya ramai dan menjual dominasi batik di sana. Lalu kami ke Museum Pintar. Museum yang kurang lebih seperti Museum PP Iptek. Banyak ilmu sains yang bisa dipelajari di sana. Hari sudah sore, kami masih harus mengambil pesanan Bakpia Merlino di Jl Pakuningratan & check out dari penginapan. Untuk menghemat waktu, adik temanku bersedia mengambilkan bakpia dan kami pun segera kembali ke penginapan dengan menggunakan ojek.

Sekitar jam 18:30, kami sudah siap check out. Tapi kami tak kunjung mendapatkan taxi untuk ke Kaliurang, rumah Pak De temanku. Niat kami Tahun Baruan di House of Raminten, Kota Baru, terpaksa dibatalkan karena keterbatasan jarak dan waktu. Akhirnya, kami berjalan ke depan Ambarukmo Plaza dengan harapan dapat mencegat taxi yang lalu lalang di sana. Sekitar jam 21:00 kami mendapatkan taxi kosong juga & langsung ditembak harga 70rb. Kami langsung naik karena hari sudah semakin malam. Jarak dari Nologaten ke Kaliurang membutuhkan waktu 1.5 Jam. Sekitar jam 22:30 tiba juga kami di rumah Pak De temanku, rasanya lega. Setelah bercakap-cakap panjang lebar dan makan sedikit cemilan, akhirnya kami bisa istirahat juga di kamar yang telah disediakan. Ini pertama kalinya aku tahun baruan di kota orang, kota Jogja. Tanpa berlama-lama melihat petasan kembang api, aku pun terlelap melepas lelah.

01 Januari 2014. Jam 05:00 kami berangkat menuju Bandara Adisucipto Jogja dengan diantar oleh Pak De temanku, mengejar keberangkatan 06:50. Pesawat kami adalah Lion Air JT0561. Sempat delay boarding 30 menit. Sekitar jam 08:30 – 09:00, alhamdulillah kami tiba di Jakarta. Pengalaman yang sangat berharga buatku berpetualang keliling kota Jogja. Sudah hilang rasa penasaranku melihat kota Jogja. Oh iya, di sana ada penyewaan mobil dan motor. Penyewaan motor sekitar 60 rb seharian. Tapi kemarin kami tidak menemukan sewa motor matic. Sudah nasib kami ngeteng di jalanan kota Jogja.

Aku berharap, gubernur / walikota Jogja dapat membenahi transportasi di sana. Sehingga mempermudah orang yang tidak memiliki kendaraan sendiri.

Sekian cerita pengalamanku di kota Jogja selama 3hr, semoga bisa menjadi gambaran dan pembelajaran buat kalian yang ingin berlibur ke sana 🙂

– End of Story, Yogyakarta –

Kiwanis Charity Golf Tournament 2013

Poster “Mungil, kmu orangnya suka sosial nggak?” | “Suka bangeett. Aku suka ikut baksos gituu.” | “Juli besok kita ada acara Golf amal, kamu nanti ikutan yah jadi panitia. Aku ketuanya.” | “Asiik, mauu Mbill. Sama siapa aja?” | “Nama lembaganya Kiwanis, nanti kamu kenalan yah. Banyak temennya.” | “Yeiiy tambah temen lagi deeh” | “Harus dunkk.” – April 2013.

Kira-kira seperti itu awal mula percakapanku dengan Gembil alias Ridwan, teman pertamaku di Imesco Dito. Usianya sebaya denganku, kelahiran 86. Wajahnya sangat tampan dan mempunyai penyakit akut tidak tertolong lagi, yaitu narsis! (peacee mbill hehehe :p)

Aku sudah lama sekali tidak menjadi panitia suatu acara organisasi, terutama acara sosial. Jaman sekolah dulu, berorganisasi adalah makananku. Karena dengan berorganisasi kita jadi punya banyak teman, sangat menyenangkan. Jadi tanpa bertanya lebih banyak dan detail, aku langsung menyanggupi ajakan Ridwan.Back Drop Sponsorship

Kamis, 02 Mei 2013 adalah meeting pertama. Ridwan berkali-kali memanggilku untuk turun ke bawah karena sudah mulai pada datang berkumpul. Aku takut, karena yang aku kenal hanya Ridwan. Tapi Ridwan selalu menemaniku dan membuatku rilex. Dan mulai tanggal 07 Mei 2013, setiap hari Selasa jam 7 malam, kami para panitia berkumpul membicarakan acara Charity Golf Tournament yang akan dilaksanakan pada hari Kamis, 04 Juli 2013.

AkhirnySponsora setelah bekerja keras selama 2 bulan, kami mendapatkan -+ 52 Sponsor dan -+ 125 Peserta yang dapat menutupi kebutuhan Wisma Kiwanis kami per tahunnya.  Semua Sponsor kami cantumkan di dalam Buku Acara dan Backdrop acara kami, luar biasa!

Acara dimulai pukul 07:00 WIB. Aku sebagai sekretaris sekaligus seksi pendaftaran sudah standby pukul 05:00 WIB. Karena banyak para golfer rajin datang pagi untuk latihan memukul dulu. me pndftrnAku bersama 3 temanku yang lain agak kewalahan karena harus mencocokan nomor tiket dengan daftar list undangan. Tidak boleh sampai ada yang terlewat atau yang blum terdaftar masuk ke dalam. Proses pendaftaran berlangsung sampai pukul 08:00 WIB, kamii sangatt kelaparann. Maka setelah yakin tidak ada pegolfer yang akan datang lagi, kami ikut masuk berkumpul bersama panitia yang lain untuk sarapan.

Sarapaannn Begitu banyak pilihan makanan, aku makan seporsi nasi goreng dan bubur ayam. Beberapa kue kecil dan segelas air putih. Nikmaatt. Sementara para pegolfer bermain sampai siang nanti, kami panitia menyiapkan acara hiburan. Anak panti Wisma Kiwanis latihan bernyanyi di atas panggung. Piala juga sudah tertata rapih di atas meja. Daftar Piala

me pialaOh iya, karena ikut acara ini, aku jadi kenal dengan banyak teman-teman baru. Ada Andy, Jojo, Meme(t), Vincent, Duta, Fabian, Thomas, mas Deddy, mas Iwe, Hegar dan Lele(onard). Mereka gokil-gokil. Juga beberapa teman dari Kiwanis lainnya, seperti mba Prita, pak Indiarto, Haris, mba Santi, dll. Mungkin kalau aku tidak ikut serta dalam acara ini, aku tidak akan kenal dan dekat dengan mereka semua. Sekali lagi, makasi buat Ridwan.

Acara selesai dengan sukses sekitar pukul 2-3 siang. Begitu banyak Lucky Draw yang kami siapkan dan para peserta terlihat sangat senang. Ternyata mengurus sebuah acara Golf Kiwanis sangat melelahkan tapi juga menyenangkan. GOD BLESS YOU ALL.

Anak Wisma Kiwanis  Ketua Umum  CaddieTeam

Raditya Dika

Raditya Dika, dia adalah salah satu penulis di Indonesia yang bukunya selalu menjadi Best Seller. Tulisan-tulisannya itu berasal dari blog pribadinya yang kemudian dibukukan. Lima karyanya antara lain : Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankakus, Babi Ngepet dan Marmut Merah Jambu. Dan karya terbarunya adalah Manusia Setengah Salmon. Bukunya ini seperti biasa diolah dengan seringan dan sengakak mungkin tapi mengandung banyak makna yang mendalam. Terutama tentang cinta. Pasti banyak yang bertanya-tanya, apa sih maksud judulnya itu? Oke, aku akan bahas sedikit.

Manusia Setengah Salmon ini isinya mengenai kehidupan Raditya Dika yang mengalami perpindahaan selama tahun 2011. Baik perpindahaan orang-orang di sekelilingnya dari status lajang menjadi status menikah, perpindahan status ‘Mahasiswa Abadi’ menjadi ‘Lulus’, pindahaan rumah maupun perpindahaan cinta dari satu hati ke hati lainnya alias putus-jomblo-jadian.

Sesuai dengan bab terakhir pada bukunya, dijelaskan bahwa setiap tahunnya ikan salmon akan bermigrasi, melawan arus sungai, berkilometer jauhnya hanya untuk bertelur. Perjalanan salmon-salmon ini tidak gampang. Di tengah berenang, banyak yang mati kelelahan. Banyak juga yang menjadi santapan beruang yang nunggu di daerah-daerah dangkal. Namun, salmon-salmon ini tetep pergi, tetep pindah, apa pun yang terjadi.

Untuk melakukan pencapaian lebih, kita tak bisa hanya bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan. Mau tak mau, kita harus seperti ikan salmon. Tidak takut pindah dan berani berjuang untuk mewujudkan harapannya. Bahkan, rela mati di tengah jalan demi mendapatkan apa yang diinginkannya. Jadi, Radit berpikir, ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, dia gak perlu menjadi manusia super. Dia hanya perlu menjadi manusia setengah salmon : berani pindah. Menarik bukan?

Karya-karya Radit yang menuliskan pengalaman pribadinya itulah yang selalu menggelitikku. Seperti misalnya bab “Orang yang Jatuh Cinta Diam-diam” di Bukunya yang berjudul Marmut Merah Jambu, aku terus mengangguk dan tertawa terbahak-bahak karena apa yang dituliskannya aku pun pernah merasakannya! Dan saat aku membaca buku terbarunya ini, aku juga sedang mengalami perpindahaan. Salah satunya adalah putus cinta.

Putus cinta sejatinya adalah sebuah kepindahan. Bagaimana kita pindah dari satu hati, ke hati yang lain. Kadang kita rela untuk pindah, kadang kita dipaksa untuk pindah oleh orang yang kita sayang, kadang bahkan kita yang memaksa orang tersebut untuk pindah. Ujung-ujungnya sama : kita harus bisa maju, meninggalkan apa yang sudah menjadi ruang kosong. Lucu ya bagaimana semua putus cinta yang menyedihkan juga diawali oleh jatuh cinta yang menyenangkan.. Ya, sudahlah. Bagaimanapun juga, kenangan-kenangan yang memaksa untuk diingat itu harus dipaksa masuk ke kotak..

Aku sama kayak Radit, dipaksa untuk pindah. Kalau Radit berani untuk pindah, mengapa aku tidak? 🙂

08 January 2012. Hari ini aku dateng ke acara Meet and Greet Manusia Setengah Salmon with Raditya Dika di Gramedia PIM jam 5 sore. Rasanya tuh seneengg banget karena bisa ketemu penulis yang menjadi salah satu inspirasiku. Bisa tatap muka langsung, salaman, minta tanda tangan, denger suaranya dan foto bareng!! Aku sendiri gak nyangka akan seseneng ini, sampe tanganku gemeteran waktu giliran aku fotoin temenku dan fotonya jadi ngeblur. Orang-orang pada ngeledekin termasuk Radit-nya, akhirnya aku minta tolong sama penjaganya hahahaha maluuu >__<

Pertemuanku sama Radit nambah inspirasiku untuk nulis lebih serius lagi dan ngembangin tulisanku. Karena aku tahu, cara penulisan dan bahasa Radit dari satu buku ke buku lainnya pasti juga mengalami perubahan dan perkembangan. So, untuk kalian yang juga suka nulis, ayo kita mulai menulis dan terus belajar utnuk menjadi lebih baik 😀