Curse of Circle

Curse of Circle

Bangun pagi tadi, aku termenung dan langsung terbayang gambar ini di kepalaku. Kusebut mereka “Curse of Circle”.

Aku merasa bahwa aku mempunyai dua kepribadian. Aku bisa menjadi seorang yang Introvert dan juga bisa berubah menjadi seorang yang Extrovert.

1. Introvert (Introversion)
Introvert atau Introversion adalah kepribadian manusia yang lebih berkaitan dengan dunia dalam pikiran manusia itu sendiri. Jadi manusia yang memiliki sifat introvert ini lebih cenderung menutup diri dari kehidupan luar. Mereka adalah manusia yang lebih banyak berpikir dan lebih sedikit beraktifitas. Mereka juga orang-orang yang lebih senang berada dalam kesunyian atau kondisi yang tenang, daripada di tempat yang terlalu banyak orang.

– Ciri-ciri Introvert:
a. Senang menyendiri
b. Pemikir
c. Pemalu
d. Pendiam
e. Lebih senang bekerja sendirian
f. Lebih suka berinteraksi secara langsung dengan 1 orang (1 on 1 interaction)
g. Susah bergaul (kuper)
h. Senang berimajinasi
i. Jarang bercerita, lebih suka mendengarkan orang bercerita
j. Senang dengan kegiatan yang tenang (membaca, bermain komputer, memancing, bersantai dsb)
k. Lebih senang mengamati dalam sebuah interaksi
l. Berpikir dulu baru berbicara/melakukan
m. Lebih mudah mengungkapkan perasaan dengan tulisan

2. Extrovert (Extraversion)
Extrovert atau Extraversion merupakan kebalikan dari Introvert. Manusia dengan kepribadian extrovert lebih berkaitan dengan dunia di luar manusia tersebut. Jadi manusia yang memiliki sifat extrovert ini lebih cenderung membuka diri dengan kehidupan luar. Mereka adalah manusia yang lebih banyak beraktifitas dan lebih sedikit berpikir. Mereka juga orang-orang yang lebih senang berada dalam keramaian atau kondisi dimana terdapat banyak orang, daripada di tempat yang sunyi.

– Ciri-ciri Extrovert:
a. Senang bersama orang
b. Percaya diri (Kadang bisa berlebihan)
c. Aktif
d. Lebih senang bekerja kelompok
e. Lebih suka berinteraksi dengan banyak orang sekaligus
f. Gampang bergaul (supel)
g. Senang beraktifitas
h. Lebih senang bercerita, daripada mendengarkan orang bercerita
i. Senang dengan kegiatan dengan banyak orang (jalan-jalan, pergi ke konser, nongkrong, berpesta dsb)
j. Lebih senang berpartisipasi dalam sebuah interaksi
k. Berbicara/Melakukan dulu baru berpikir
l. Lebih mudah mengungkapkan perasaan dengan kata-kata

Saat aku berada di dalam Lingkaran Besar (hijau), aku bisa menjadi Extrovert. Karena aku sudah memasuki zona nyamanku. Saat aku merasa nyaman, dibutuhkan dan dianggap oleh teman-temanku, aku jadi penuh semangat dalam mengerjakan segala hal. Aku bisa bercerita apapun secara panjang lebar, aku bisa bercanda dan melakukan banyak hal gila bersama mereka tanpa rasa takut tidak didengarkan.

Tetapi, saat aku berada di dalam Lingkaran Kecil (hijau), aku berubah menjadi Introvert. Sebagai pribadi yang memiliki sebagian sifat extrovert, dengan sendirinya aku pasti berusaha untuk selalu diterima dimanapun aku berada. Aku selalu ingin berada di dalam lingkaran besar. Namun, saat aku masih di dalam lingkaran kecil untuk jangka waktu yang lama, nyaliku semakin menciut. Perasaan takut tidak dianggap, takut tidak didengarkan dan kesepian melanda hati dan pikiranku. Aku cemas. Aku jadi lebih sibuk mendengarkan daripada berbicara atau mengeluarkan pendapatku, aku jadi lebih suka menyendiri berusaha menikmati duniaku sendiri tanpa mereka dan hanya bisa berimajinasi seandainya aku bisa masuk ke dalam lingkaran besar itu.

Lalu kutemukan sebuah artikel bahwa seseorang yang memiliki dua kepribadian itu disebut Ambievert.

Ambievert atau Ambiversion adalah kepribadian manusia yang memiliki 2 kepribadian, yaitu introvert dan extrovert. Manusia dengan kepribadian ambievert dapat berubah-ubah dari introvert menjadi extrovert, atau sebaliknya. Memiliki kepribadian ambievert ini bisa dibilang baik, karena manusia tersebut bisa fleksibel untuk beraktifitas sebagai introvert ataupun extrovert, serta dapat berinteraksi dengan introvert dan extrovert dengan baik. Tidak seperti introvert yang susah bergaul dengan extrovert dan sebaliknya. Namun, kekurangan dari kepribadian ini, karena memiliki kepribadian di antara introvert dan extrovert, orang dengan kepribadian ambievert jadi sering terlihat moody, karena sifatnya yang sering berubah-ubah.

Sejak aku masuk sekolah, aku selalu bisa menjadi dominan dan berada di dalam lingkaran besar. Namun, saat ini aku merasa masih di dalam lingkaran kecil di kantorku yang sekarang.

Itulah sebabnya aku menyebutnya “Curse of Circle”, karena nyaman atau tidaknya aku dalam sebuah lingkungan tergantung di dalam lingkaran mana aku berada.

Advertisements

Antara bangku, meja dan komputer

Setiap pagi aku bergulat dengan kepala yang susah terangkat dari bantal empukku, mata yang sulit dibuka dari nikmatnya alam bawah sadarnya dan selimut yang kian menghangatkan badan dari udara pagi. Aku sangat sulit bangun pagi. Teman-teman se-genkku sudah tau, diantara berlima aku yang paling sulit bangun pagi.

Aku punya satu tanggung jawab, yaitu pekerjaanku di kantor. Kebetulan aku bukan sekretaris utama, melainkan sekretaris grup. Proyek yang sedang bosku garap belum bisa maju lagi dikarenakan belum keluarnya perizinan dari Dinas Tata Ruang, hal ini menyebabkan sedikitnya pekerjaan yang harus kukerjakan.

Maka dimulailah rutinitasku antara bangku, meja dan komputer. Aku bangun pukul 06:30 WIB dan langsung berdiri di depan deretan baju yang kupunya. Bisa 5 – 15 menit aku berdiri di sana. Setelah itu aku setrika licin jilbab dan baju-bajuku. Setelah yakin wangi dan licin, aku pergi mandi. Aku mandi pagi hanya 5 menit. Persiapan pun hanya 10 menit karena aku memutuskan untuk merapihkan jilbab dan ber-make up di kantor saja. Ku taruh sehelai jilbab sembarangan di atas kepalaku, memakai jaket lalu berangkat dengan terburu-buru.

Begitu tiba di kantor, aku duduk dengan manis. Mengeluarkan segala make up dan penitiku setelah menekan tombol power komputerku. Sekitar 15 menit aku sudah rapih dan siap bekerja. Kubuka browserku dan langsung log in yahoomail. Kubuka folder pekerjaanku, lalu diam. Tidak ada yang bisa dan harus kukerjakan. Paling hanya satu, dua atau tiga pekerjaan kecil saja sesuai permintaan bos kecilku, koko Imron.

Persahabatanku antara bangku, meja dan komputer terjalin semakin erat. Duduk, berpangku tangan dan mencari-cari kegiatan di dalam komputerku. Kejenuhanku semakin hebat. Dari dulu bekerja, aku lebih suka kalau banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan. Walau ada juga saat-saat aku kewalahan atau sedang malas mengerjakan apapun. Tidak adanya pekerjaan memang membuatku jenuh, tapi tidak adanya teman untuk berbagi, bercerita dan bercanda tawa di ruangan menambah kejenuhanku. Aku malas pergi ke kantor, teriakku dalam hati.

Aku ingin ke Bali! Mungkin itu bisa menghilangkan jenuhku. Ke Bali selama beberapa bulan, bermain bersama Icon, sepupuku yang tinggal di sana. Tidak ada yang mengenalku. Bebas, lepas dan menikmati suasana asing dan baru. Tentunya tidak jauh dari laut. Aku rindu laut.

Hatiku bergelut sangat rapuh, aku butuh pekerjaan ini dan aku harus bersyukur. Tidak semua orang seberuntung aku. Aaahh aku benci keadaan hati dan pikiranku yang seperti ini.

Mari tidur saja.

Menjadi “EO” Golf untuk ke-4 kalinya

Aku Citra, sudah setahun menjabat sebagai sekretaris club sosial Kiwanis Club of Jakarta, diangkat sendiri oleh sang ketua sejak ikut bantu mengurusi acara Kiwanis Charity Golf Tournament tahun lalu. Sebenarnya aku tidak tahu ini anugerah atau sebuah kutukan. Sebelum acara golf tahun lalu dimulai, aku baru saja 3 bulan jadi anak baru di kantorku. Ridwan, teman pertamaku yang mengenalkanku dengan banyak orang di sana. Mungkin kalau tidak ada dia, aku tidak bisa bergaul secepat sekarang dengan semuanya. Maklum aku pemalu dan jarang sekali malu-maluin kalau tidak mencapai klimaks syaraf gilaku dalam pergaulan. Dia mengajakku menjadi panitia golf tanpa mengenal satu pun anggotanya. Ini sebuah anugerah karena aku jadi punya banyak teman dan pengalaman yang menyenangkan. Tapi ini juga sebuah kutukan karena begitu banyak yang harus dikerjakan, selesaikan dan follow up. Kadang terasa sangat berat saat harus mengerjakannya sendirian. Untung ada 1 temanku anggota kiwanis dan beberapa anak muda kantor yang dapat dan mau diandalkan, mengurangi beban tugasku.

Tahun lalu aku juga mengurusi 2 buah acara golf lagi setelah acara golfku yang pertama. Mabok golf. Dengan bekal pengalamanku selama setahun itu, Selasa, 17 Juni 2014 kemarin, Kiwanis Club of Jakarta menyelenggarakan kembali Charity Golf Tournament yang bertajuk “Kiwanis-BCA Charity Golf Tournament XX”, dimana Kiwanis bekerjasama dengan PT Bank Central Asia sebagai sponsor utama. Mungkin karena sudah lebih mengetahui celah-celahnya dan mulai kepanitiannya juga lebih cepat dari tahun lalu, aku jadi merasa lebih ringan dan lancar dalam mengerjakan semuanya. Dan aku selalu berusaha semaksimal mungkin mengerjakan semua hal demi menyukseskan acara golf ini. Demi anak-anak panti, ucapku berulang dalam hati saat lelah melandaku.

Yup, dana yang terkumpul dari Charity Golf Tournament ini sepenuhnya akan disalurkan untuk Yayasan Kiwanis yang memelihara anak yatim di sebuah panti asuhan “Wisma Kiwanis”, Parung – Bogor.

Seperti biasanya, pukul 05:00 WIB, aku sebagai seksi pendaftaran juga sudah datang ke TKP. Merapikan apa yang harus dirapikan dan menyiapkan kertas pulpen untuk pendaftaran. Pukul 05:30 WIB para golfer sudah mulai berdatangan. Sebagian bantu bagikan goodie bag, sebagian lagi menjualkan kartu mulligan. Setelah semua peserta datang, pukul 07:00 WIB, turnamen pun dimulai dengan Shot Gun dan Tee Off pertama oleh bapak Jahja Setiaatmadja, dirut BCA.

Jahja BCA_Tee Off_Edit Kiwanis_BCA_Edit0.Best Nett & Gross Overall_Edit





Saat mereka sedang bertanding, kami para panitia baru mulai sarapan. Seperti biasa aku makan bubur ayam favoritku, ditambah teh manis anget dan telor ceplok setengah mateng. Nyummyyy. Setelah sarapan bersama, aku dan 3 temanku berkeliling lapangan naik boogie untuk foto-foto para pemain, spanduk umbul-umbul para sponsor. Di hari H juga ada beberapa stand bazar dari para sponsor.

Pemain 3

Pemain 4

Pemain 5




Dan akhirnya acara puncak adalah makan siang dan pembagian Lucky Draw. Acara Kiwanis Golf special menampilkan anak-anak panti bernyanyi 3 buah lagu dan panitia ikut bernyanyi di lagu terakhir. Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar + tanpa hujan. Tugasku tinggal mengirimkan buku acara, certificate + kuitansi kepada para sponsor dan memfollow up pembayaran yang belum masuk. BISMILLAH!

Panitia & Anak Panti_Edit

Loneliness

Apa rasa takut terbesarmu? Kalau aku merasa kesepian.

Aku sangat suka berteman dengan siapapun. Sejak TK aku selalu mempunyai teman dekat. Begitu banyak teman yang dapat diajak bercerita atau hanya sekedar bersenda gurau. Sudah tiga tempat kerja kuberpindah, baru kali ini aku merasa sangat kesepian.

Aku suka kantorku yang sekarang, rapih dan dekat jendela seperti mimpiku. Bosku pun baik-baik, terutama Koko Imron. Koko sudah seperti abangku tempatku bersandar. Aku juga suka main dengan anak-anak divisi design dan project yang menyenangkan. Tapi entah mengapa, aku tetap merasa sendiri.

Aku jadi berpikir sepertinya lebih enak kerja tim daripada kerja sendiri. Seperti dulu, saat aku masih jadi marketing support. Mejaku tidak berdiri sendiri, tapi beramai-ramai dan saling berdekatan. Kami bisa bersenda gurau saat jam kerja melepas kejenuhan. Ada yang nyariin dan perhatiin kalau tidak masuk. Bisa saling berbagi cerita. Bisa minta temenin kalau ada apa-apa. Beli cemilan sore bersama. Makan dan bertukar bekal bersama sampai jalan-jalan keluar saat jam istirahat bersama-sama. Di kantorku yang kedua pun aku masih merasa seperti keluarga sendiri, hangat.

Dulu aku sangat rajin berangkat ke kantor. Karena aku senang dan tidak sabar bertemu dengan teman-temanku lagi di kantor. Tapi sekarang tidak ada yang menungguku lagi di kantor. Jenuh. Sepi. Dan mungkin jika aku pergi, tidak akan ada yang merasa kehilangan.

Ya Allah, maafkan atas kurangnya diri ini dalam mensyukuri segala nikmatmu yang telah Kau berikan padaku. Aku butuh uang untuk hidupku, juga buat keluargaku. Tapi aku juga butuh teman-teman yang menyayangiku dan menganggapku ada. Aku tidak bisa menjalani kehidupanku sebagai wanita karir tanpa teman.

Temani aku selalu dalam setiap langkahku, ya Allah.

Kiwanis Charity Golf Tournament 2013

Poster “Mungil, kmu orangnya suka sosial nggak?” | “Suka bangeett. Aku suka ikut baksos gituu.” | “Juli besok kita ada acara Golf amal, kamu nanti ikutan yah jadi panitia. Aku ketuanya.” | “Asiik, mauu Mbill. Sama siapa aja?” | “Nama lembaganya Kiwanis, nanti kamu kenalan yah. Banyak temennya.” | “Yeiiy tambah temen lagi deeh” | “Harus dunkk.” – April 2013.

Kira-kira seperti itu awal mula percakapanku dengan Gembil alias Ridwan, teman pertamaku di Imesco Dito. Usianya sebaya denganku, kelahiran 86. Wajahnya sangat tampan dan mempunyai penyakit akut tidak tertolong lagi, yaitu narsis! (peacee mbill hehehe :p)

Aku sudah lama sekali tidak menjadi panitia suatu acara organisasi, terutama acara sosial. Jaman sekolah dulu, berorganisasi adalah makananku. Karena dengan berorganisasi kita jadi punya banyak teman, sangat menyenangkan. Jadi tanpa bertanya lebih banyak dan detail, aku langsung menyanggupi ajakan Ridwan.Back Drop Sponsorship

Kamis, 02 Mei 2013 adalah meeting pertama. Ridwan berkali-kali memanggilku untuk turun ke bawah karena sudah mulai pada datang berkumpul. Aku takut, karena yang aku kenal hanya Ridwan. Tapi Ridwan selalu menemaniku dan membuatku rilex. Dan mulai tanggal 07 Mei 2013, setiap hari Selasa jam 7 malam, kami para panitia berkumpul membicarakan acara Charity Golf Tournament yang akan dilaksanakan pada hari Kamis, 04 Juli 2013.

AkhirnySponsora setelah bekerja keras selama 2 bulan, kami mendapatkan -+ 52 Sponsor dan -+ 125 Peserta yang dapat menutupi kebutuhan Wisma Kiwanis kami per tahunnya.  Semua Sponsor kami cantumkan di dalam Buku Acara dan Backdrop acara kami, luar biasa!

Acara dimulai pukul 07:00 WIB. Aku sebagai sekretaris sekaligus seksi pendaftaran sudah standby pukul 05:00 WIB. Karena banyak para golfer rajin datang pagi untuk latihan memukul dulu. me pndftrnAku bersama 3 temanku yang lain agak kewalahan karena harus mencocokan nomor tiket dengan daftar list undangan. Tidak boleh sampai ada yang terlewat atau yang blum terdaftar masuk ke dalam. Proses pendaftaran berlangsung sampai pukul 08:00 WIB, kamii sangatt kelaparann. Maka setelah yakin tidak ada pegolfer yang akan datang lagi, kami ikut masuk berkumpul bersama panitia yang lain untuk sarapan.

Sarapaannn Begitu banyak pilihan makanan, aku makan seporsi nasi goreng dan bubur ayam. Beberapa kue kecil dan segelas air putih. Nikmaatt. Sementara para pegolfer bermain sampai siang nanti, kami panitia menyiapkan acara hiburan. Anak panti Wisma Kiwanis latihan bernyanyi di atas panggung. Piala juga sudah tertata rapih di atas meja. Daftar Piala

me pialaOh iya, karena ikut acara ini, aku jadi kenal dengan banyak teman-teman baru. Ada Andy, Jojo, Meme(t), Vincent, Duta, Fabian, Thomas, mas Deddy, mas Iwe, Hegar dan Lele(onard). Mereka gokil-gokil. Juga beberapa teman dari Kiwanis lainnya, seperti mba Prita, pak Indiarto, Haris, mba Santi, dll. Mungkin kalau aku tidak ikut serta dalam acara ini, aku tidak akan kenal dan dekat dengan mereka semua. Sekali lagi, makasi buat Ridwan.

Acara selesai dengan sukses sekitar pukul 2-3 siang. Begitu banyak Lucky Draw yang kami siapkan dan para peserta terlihat sangat senang. Ternyata mengurus sebuah acara Golf Kiwanis sangat melelahkan tapi juga menyenangkan. GOD BLESS YOU ALL.

Anak Wisma Kiwanis  Ketua Umum  CaddieTeam

Karir

Sejak kecil aku selalu membayangkan menjadi wanita karir, memakai pakaian kerja yang anggun, memakai highheels cantik dan menenteng tas kerja yang elegan. Berangkat kerja pagi-pagi dengan mengendarai mobil pribadi dan memarkirkan mobilku di area parkir perkantoranku yang mewah.

Aku sudah bekerja di 3 tempat dan semuanya memiliki perbedaaan. Tempat kerja pertamaku adalah PT Equity Life Indonesia, Sudirman. Bertempat di sebuah gedung tinggi dengan fasilitas yang sangat memadai dan service yang lebih dari cukup seperti disediakan OB setiap lantai, mesin fotokopian setiap lantai, dll. Aku bekerja sebagai Marketing Support. Di sana adalah awal dari pembentukan kemampuan dan kepribadianku. Bosku seorang wanita berusia 30 tahunan, namanya Lola Rita. Lola Rita berasal dari Pekan Baru, bertubuh mungil, berkulit putih, rambutnya pendek sedaun telinga, berkacamata, berparas cantik dan bersuara sangat lembut. Aku yang sangat polos dan tidak tahu apa-apa diajarinya dengan sangat sabar. Disela-sela tugasnya yang menumpuk, beliau mengajariku setiap detail pekerjaanku satu demi satu. Beliau juga mengajariku bagaimana ber-atitude dengan baik di lingkungan kerja. Beliau berkata, “Sesibuk apapun kita, kalau orang lain membutuhkan bantuan kita sebisa mungkin coba kita bantu.” Beliau juga berkata, “Kalau pekerjaan kita banyak, kerjakan yang paling urgent dulu. Selesaikan satu persatu dengan tenang, cepat tapi tetap teliti.” Beliau adalah panutanku, aku sayang sekali padanya. Selain itu, aku juga mempunya teman-teman 1 tim yang sangat baik dan menyenangkan. Jumlah kami berenam, meja kami disusun dempet berhadap-hadapan. Mba Tari ibu rumah tangga yang mempunyai 2 anak, Mba Heni yang biasa kupanggil cicih karena matanya yang sipit, Nurul yang lebih muda dariku kupanggil bocil karena dia yang paling muda diantara kami, lalu ada Puri dan Agus. Di sela-sela kesibukan kami, kami suka bergosip dan bercanda bersama. Berbagi cemilan, shalat bersama dan makan bersama sambil bertukaran lauk pauk. Terkadang kami suka makan di luar ataupun belanja ke pasar membeli kebutuhan atau sekedar jalan-jalan saja. Lingkungan memang berpengaruh besar terhadap pekerjaanku. Aku senang sekali bekerja di sana, sampai akhirnya aku berpikir karirku tidak bisa berhenti sampai di sana.. Aku harus rela melepaskan keadan sangat nyaman itu dan mulai berpetualang lagi. Kusampaikan pada bosku kalau aku tidak mau memperpanjang kontrakku untuk ke tiga kalinya, terlihat wajah sedih di paras cantiknya. Dan saat perpisahaan itu tiba yang kebetulan bertepatan dengan ulang tahun perusahaan 16 September 2011, tak kuasa kumembendung air mataku.. Kupandangi dan kupeluki mereka satu persatu, kuucapkan “aku akan merindukan kalian.”

Selama 3 bulan aku berdiam diri di rumah, lalu coba lagi untuk memulai mencari pekerjaan baru. Teman kuliahku, Rizky Pranata, mengajakku bekerja di kantornya sebagai Sekretaris GM. Tanggal 10 Januari 2012, aku pun mencoba datang langsung ke sana sambil membawa aplikasi lamaranku. Kulihat sebuah gedung berukuran sedang 4 lantai berada di pertengahan sebuah lapangan besar yang berisikan mobil concrete pump yang besar-besar. Lapangannya becek dan penuh dengan oli dimana-mana. Aku masuk dan langsung bertemu dengan bosku, M. Sazili. Seorang laki-laki separuh baya, berbadan besar dan berkulit coklat menyapaku dengan ramah. Beliau langsung menerimaku setelah berbicara beberapa menit dan menyatakan aku boleh langsung bekerja esok hari. Mejaku terletak tepat berhadapan dengan ruang bosku. Terpisah dari banyak meja yang berisikan 6 orang bersekat-sekat. Sangat berbeda dari kantorku yang dulu. Di PT Farrasindo Perkasa, Srengseng Meruya, aku menjabat sebagai Sekretaris GM, dimana aku harus bekerja tanpa tim seperti dulu. Aku sendirian. Di sana manajemennya tidak teratur, file berantakan, service-pun kurang memadai. Aku juga sebal karena para laki-laki di lantaiku suka merokok, padahal ruangannya ber-AC. Aku selalu membandingkan tempat kerjaku yang pertama dengan yang kedua. Tapi lama kelamaan aku semakin terbiasa dengan situasi yang ada di sana dan betapa menyenangkan saat aku sudah menjadi bagian keluarga besar mereka. Bosku sangat baik, suka menggodaku atau saling bercerita layaknya anak sendiri. Bosku bukan orang yang pemarah, beliau juga orang yang sabar. Aku senang berada di Lt.3 karena semua teman-temanku sangat humoris, tiada hari tanpa tertawa bersama mereka. Ada pak Hari tukang ngecengin orang, pak Indra penghuni toilet yang perhatian, pak Gerry temen songong-songongan, pak Uje blekok, si Osin Riska yang jail, Lutfi temen pulang bareng yang rada cuek, Kiky si buncit temen berpetualang dan masih banyak lagi. Teman-teman Lt.2 yang sedikit tegang karena satu lantai sama yang empunya perusahaan hahaha. Ada mba Fitri, sekretaris direktur yang dewasa sekali dan ramah, ibunya anak-anak. Ada dede Ratih yang super baweel dan temen curhat. Ada mba Maria yang sexy dan Pak Irfan yang gokil. Teman-teman Lt.1 yang paling rempong dan heboh sedunia. Satpam-satpam di sana pun baik-baik, semua sudah seperti keluarga sendiri karena memang perusahaan keluarga. Jadi satu sama lain pasti ada keterkaitannya. Aku dan teman-teman Lt.3 suka sekali beli cemilan sore, ada saja yang dibeli. Aku, Riska dan Lutfi, atau terkadang bersama Ratih dan Kiky makan bareng saling bertukaran lauk-pauk. Bergosip sampai tidur bersama saat jam istirahat. Kami juga pernah belanja bersama ke mall. Mereka yang membuatku bertahan selama kurang lebih setahun ini, sangat menyenangkan. Setahun aku menjalani karirku di sana, hatiku berkata “Bukan di sini tempatku berlabuh”. Jadi aku mengayuh dayungku mencari pulau yang bisa kutinggali dan sekali lagi kuucapkan “aku akan merindukan kalian.”

Saat ini aku bekerja di PT ID, sebagai Sekretaris Direktur. Ruanganku naik satu lantai dari sebelumnya, Lt. 4. Lokasinya ada di Panglima Polim, Jakarta Selatan. Punya gedung sendiri dengan dekorasi yang cukup elegan. Yang bekerja di sini pun berekonomi menengah ke atas dengan gaya yang modis-modis. Bosku bernama Atik Kurniati Yunaeni, direktur utama PT OSM satu grup dengan PT ID. Wanita separuh baya yang sudah mempunyai 2 orang cucu. Penampilannya selalu modis, anggun dan cantik sekali. Baik, perfectionist. Semua pekerjaan harus diselesaikan dengan cepat. Kali ini aku menempati salah satu ruangan di Lt.4 bersama 4 teman lainnya, yaitu Mba Anita, Pak Alfa, Pak Yanu dan Ryan. Mereka semua baik, kami duduk membentuk sebuah lingkaran besar. Kami semua kompak bawa bekel sendiri dari rumah dan makan sendiri di meja masing-masing. Aku sangat berharap bisa mengenal semua teman-teman yang ada di sini dan bersenang-senang seperti tempat kerjaku sebelumnya. Aamiin.

Tapi… Entah kenapa aku sudah mulai merasa jenuh menjadi pegawai… Ingin rasanya menjadi seorang pengusaha. Apakah aku bisa?

-15:03. Menulis dengan mata mengantuk-

Semua awal itu memang berat ya…

Kalian sudah pernah bekerja? Aku ingin berbagi pengalamanku saat aku sudah harus masuk ke dunia kerja. Dari dulu aku memang ingin sekali jadi wanita karir, karena wanita karir itu terlihat cantik dan mandiri. Bayangkan saja, kalian bisa menabung, memberi dan membeli apa saja yang kalian mau dengan uang kalian sendiri. Kalau kalian sudah harus memasuki dunia kerja, satu hal penting yang harus kalian siapkan adalah mental. Mental untuk terima semua kerjaan yang asing banget di mata dan mental untuk adaptasi sama lingkungan kerjanya.

Awal masuk kerja, biasanya kalian akan diperkenalkan kepada seluruh karyawan yang ada di kantor itu oleh HRD. Kalian tidak mungkin langsung mengingat semua nama-namanya, kalian hanya perlu menjabat tangan mereka dan menyebut nama kalian selantang mungkin sambil tersenyum. Nanti juga kenal sendiri nama-nama mereka. Lalu kalian akan duduk di meja yang sudah disiapkan untuk kalian. Harusnya semua kantor sudah ada departemen sendiri yang menyediakan ATK, sepeti peralatan tulis dll. Juga ada bagian IT yang bertugas menyediakan komputer dan peralatan elektonik lainnya. Saranku agar kalian nyaman, rapihkan dan tata meja seindah mungkin. Boleh kok kalau mau menempelkan foto-foto, bawa pigura atau pajangan lainnya 🙂 Tahap selanjutnya, kalian pasti akan berhadapan dengan boss kalian, karena dia yang akan memberitahukan semua jobdesk yang harus kalian kerjakan setiap harinya. Kerjaan kalian pasti menyangkut banyak departemen lain, jadi kalian tidak bisa bekerja sendiri.

Hal yang terberat (buatku tentunya), adalah masuk ke dalam lingkungan baru (teman-teman baru). Sebagian besar dari kalian pasti akan mengalami yang namanya syndrome anak baru. Mereka belum kenal kamu, yang selalu mereka tanyakan adalah “Nama kamu siapa?”, “Kamu lulusan dari mana?”, “Kamu rumahnya dimana?”, dan pertanyaan umum lainnya. Kalian akan merasa senang kalau ada yang bertanya tapi masih merasa takut untuk bercakap-cakap lebih lanjut, karena kalian belum kenal dengan mereka. Mereka itu seperti apa, kalian boleh masuk ke dalam pertemanan mereka atau tidak, takut tidak diterima atau tidak cocok, dll.

Di tempat pertama kali aku kerja dulu, aku pun pernah melewati fase “Sendiri”. Aku termasuk orang yang suka sekali berteman tapi sedikit susah untuk memulai. Aku butuh waktu untuk mengamati seperti apa teman-temanku itu. Betapa sedihnya saat-saat aku harus membuka bekelku dan makan sendirian di mejaku, sementara yang lain berkumpul dan bercanda tawa di sana… Rasanya sangat sangat kesepian… Yah itu tadi, syndrom anak baru. Mungkin butuh seminggu baru bisa memulai berinteraksi lebih dengan mereka…

Jadi anak baru itu harus selalu berprinsip “Tak kenal, maka tak sayang”, dan kalau kalian tidak mau bergaul, gimana kalian bisa kenal sama temen-temen di kantor? Kalo kalian tidak kenal, kalian tidak akan bisa sayang dan tau karakter masing-masing orang. Dan kalo kalian tidak sayang sama mereka, untuk bekerja sama satu sama lain pun akan sulit dan segen. Percaya deh…! Karena kenyamanan lingkungan dan berteman sangat mempengaruhi mood dan kinerja bekerja kalian… Itu sih pendapatku ya, aku merasakannya sendiri 🙂

Alhamdulillah sudah 4 hari aku mulai bekerja di kantor yang baru, daerah Srengseng. Lingkungan kerjanya berbeda sangat jauh dari kantorku yang dulu… Dari perusahaan asuransi ke perusahaan jasa sewa alat berat konstruksi bangunan beton adalah dua bidang yang berbeda sekali. Tapi pekerjaanku masih seputar administrasi (Sekretaris), karena disitu memang passionku (baca di : https://tomoyoyacisa.wordpress.com/2011/11/28/hei-kamu-itu-anak-ti-kan/). Aku suka jobdesk-ku, memonitor schedule semua cabang dan semua yang dibutuhkan bossku. Aku masih membutuhkan waktu untuk menguasai semua pekerjaanku seperti di kantorku dulu. Aku ingin sekali bisa diandalkan oleh semua orang terutama bossku sendiri. Dan aku juga masih merasa kesepian di sini… Kangen sekali sama “Pasukan Kurcaci” alias timku di kantorku dulu 😦

Tapi semua awal itu memang berat ya… Jadi go with the flow ajah… Berikan yang terbaik untuk perusahaan, karena kita akan mendapatkan hasil dari apa yang kita tanam. Setiap memulai sesuatu, jangan lupa untuk berdoa yah, yakin akan kemampuan diri kalian sendiri. Bismillah! 😀