THR & Bonus

Siapa yang tidak senang dengan “THR & Bonus”? Alhamdulillah THR-ku sudah cair pada tanggal sesuai dengan ketentuan pemerintahan. Hari di saat THR-ku cair, pada hari itu juga aku mengelompokannya menjadi kubu-kubu. THR buatku adalah suatu berkah untuk saling berbagi dengan orang lain & sebagian lagi untuk meng-upgrade sandang menjadi lebih baik.

Sehari setelah cairnya THR, ada kabar baik lainnya. Bosku yang murah hati mengatakan bahwa bulan depan setelah lebaran kami akan diberikan bonus dari hasil keuntungan menjual kantor lama kami. Kami semua pun bersorak soray karena sudah menanti kata-kata bonus ini dari awal tahun 2014. Jika bonusku keluar nanti, akan langsung kutabungkan semuanya ke Bank Syariah Mandiri.

Alhamdulillah. Terima kasih atas rizki yang kau berikan pada kami, ya Allah.

Advertisements

Tergiur Kosmetik dengan Harga Murah

mtf_LJNsc_2848 Awalnya ada seorang temanku yang mengupdate status BBM-nya yang mengatakan bahwa dirinya menjual “1 Paket Maskara” dengan harga Rp.98.000,- saja (promosi sebelum Lebaran). Paket tersebut berisi :
1.Maybelline Volum Express (warna hitam)
2.Maybelline The Magnum Volum Express (warna kuning)
3.Maybelline The Falsies Volum Express (warna ungu)
Bonus : Pensil Alis dan Eyeliner MAC.

Sungguh tawaran yang menarik bukan? Tentu saja hal ini menggelitik sebagian darah wanitaku yang menyukai kata-kata “murah” dan “bonus”. Aku bertanya pada temanku “Ini asli atau tidak? Bahan reject ya makanya murah?”. Dimana kalau bahan reject biasanya hanya kemasannya saja ada yang cacat atau kualitasnya mungkin tidak 100% oke. Temanku menjawab “Supplierku ambil langsung dari pabriknya, ini Ori terdaftar di BPOM”. Lalu aku membelinya.

Namun hal ini tetap menggelitik sisi kecurigaanku apakah barang yang dijual asli atau tidak. Setelah barang ditangan, aku baru terpikir untuk tanya ke mbah google. Dan aku menemukan blog ini : http://talkativetya.blogspot.com/2013/08/maybelline-volum-express-falsies.html yang berjudul “Maybelline Volum Express The Falsies Waterproof Mascara – Original VS Fake!“.

Sejujurnya aku bukan penyuka maskara, karena dari maskara yang pernah aku coba (bukan punyaku dan nggak tau merknya apa), maskara membuat mataku menjadi berat. Kadang terasa perih dan menggumpal. Aku juga takut maskaraku akan luntur dan membuat hitam wajahku. Dari pernyataanku ini, kalian pasti juga dapat menyimpulkan kalau aku belum pernah membeli Maskara Maybelline yang ada di Counter Maybelline di mall-mall. YES! Benar sekali. Oleh sebab itu aku tidak akan tahu apakah itu produk asli atau tidak.

Produk temanku, ada beberapa ciri dari Maskara Fake :
Packaging :
– Warna ungunya tidak terlalu cerah
– Tulisannya “The False Lash Volum’Express Smudgeproof”
– Ada gambar brush dengan tulisan “Use This Side”

Namun untuk hal lainnya aku sudah cek sendiri bahwa ciri sama dengan Maskara Asli.

Keraguan masuk ke dalam relung hatiku. Aku sudah menjual dua buah paket ke dua orang temanku. Salah satunya pagi ini menyampaikan complen-nya. Dia pemakai sejati Maskara Maybelline The Falsies Volum Express (warna ungu), dia bilang “Sepertinya maskaranya beda dari yang biasanya aku pake deh. Kuasnya bengkoknya beda trus kaku. Isinya agak lengket, bekas di tangan”. Jadi sedih dan kecewa bacanya, so sorry 😦

Kalau sudah begini, bagaimana cara membedakan ini produk “Fake” atau barang “Reject“? Karena ragu, aku rasa aku tidak akan lagi menjual Paket Murah itu lagi.

Buat teman-teman wanitaku, be careful and be a smart buyer yah. Karena barang fake yang kita konsumsi baik buat yang masuk ke dalam tubuh kita ataupun yang hanya dipermukaan kulit saja sama bahayanya.

Curse of Circle

Curse of Circle

Bangun pagi tadi, aku termenung dan langsung terbayang gambar ini di kepalaku. Kusebut mereka “Curse of Circle”.

Aku merasa bahwa aku mempunyai dua kepribadian. Aku bisa menjadi seorang yang Introvert dan juga bisa berubah menjadi seorang yang Extrovert.

1. Introvert (Introversion)
Introvert atau Introversion adalah kepribadian manusia yang lebih berkaitan dengan dunia dalam pikiran manusia itu sendiri. Jadi manusia yang memiliki sifat introvert ini lebih cenderung menutup diri dari kehidupan luar. Mereka adalah manusia yang lebih banyak berpikir dan lebih sedikit beraktifitas. Mereka juga orang-orang yang lebih senang berada dalam kesunyian atau kondisi yang tenang, daripada di tempat yang terlalu banyak orang.

– Ciri-ciri Introvert:
a. Senang menyendiri
b. Pemikir
c. Pemalu
d. Pendiam
e. Lebih senang bekerja sendirian
f. Lebih suka berinteraksi secara langsung dengan 1 orang (1 on 1 interaction)
g. Susah bergaul (kuper)
h. Senang berimajinasi
i. Jarang bercerita, lebih suka mendengarkan orang bercerita
j. Senang dengan kegiatan yang tenang (membaca, bermain komputer, memancing, bersantai dsb)
k. Lebih senang mengamati dalam sebuah interaksi
l. Berpikir dulu baru berbicara/melakukan
m. Lebih mudah mengungkapkan perasaan dengan tulisan

2. Extrovert (Extraversion)
Extrovert atau Extraversion merupakan kebalikan dari Introvert. Manusia dengan kepribadian extrovert lebih berkaitan dengan dunia di luar manusia tersebut. Jadi manusia yang memiliki sifat extrovert ini lebih cenderung membuka diri dengan kehidupan luar. Mereka adalah manusia yang lebih banyak beraktifitas dan lebih sedikit berpikir. Mereka juga orang-orang yang lebih senang berada dalam keramaian atau kondisi dimana terdapat banyak orang, daripada di tempat yang sunyi.

– Ciri-ciri Extrovert:
a. Senang bersama orang
b. Percaya diri (Kadang bisa berlebihan)
c. Aktif
d. Lebih senang bekerja kelompok
e. Lebih suka berinteraksi dengan banyak orang sekaligus
f. Gampang bergaul (supel)
g. Senang beraktifitas
h. Lebih senang bercerita, daripada mendengarkan orang bercerita
i. Senang dengan kegiatan dengan banyak orang (jalan-jalan, pergi ke konser, nongkrong, berpesta dsb)
j. Lebih senang berpartisipasi dalam sebuah interaksi
k. Berbicara/Melakukan dulu baru berpikir
l. Lebih mudah mengungkapkan perasaan dengan kata-kata

Saat aku berada di dalam Lingkaran Besar (hijau), aku bisa menjadi Extrovert. Karena aku sudah memasuki zona nyamanku. Saat aku merasa nyaman, dibutuhkan dan dianggap oleh teman-temanku, aku jadi penuh semangat dalam mengerjakan segala hal. Aku bisa bercerita apapun secara panjang lebar, aku bisa bercanda dan melakukan banyak hal gila bersama mereka tanpa rasa takut tidak didengarkan.

Tetapi, saat aku berada di dalam Lingkaran Kecil (hijau), aku berubah menjadi Introvert. Sebagai pribadi yang memiliki sebagian sifat extrovert, dengan sendirinya aku pasti berusaha untuk selalu diterima dimanapun aku berada. Aku selalu ingin berada di dalam lingkaran besar. Namun, saat aku masih di dalam lingkaran kecil untuk jangka waktu yang lama, nyaliku semakin menciut. Perasaan takut tidak dianggap, takut tidak didengarkan dan kesepian melanda hati dan pikiranku. Aku cemas. Aku jadi lebih sibuk mendengarkan daripada berbicara atau mengeluarkan pendapatku, aku jadi lebih suka menyendiri berusaha menikmati duniaku sendiri tanpa mereka dan hanya bisa berimajinasi seandainya aku bisa masuk ke dalam lingkaran besar itu.

Lalu kutemukan sebuah artikel bahwa seseorang yang memiliki dua kepribadian itu disebut Ambievert.

Ambievert atau Ambiversion adalah kepribadian manusia yang memiliki 2 kepribadian, yaitu introvert dan extrovert. Manusia dengan kepribadian ambievert dapat berubah-ubah dari introvert menjadi extrovert, atau sebaliknya. Memiliki kepribadian ambievert ini bisa dibilang baik, karena manusia tersebut bisa fleksibel untuk beraktifitas sebagai introvert ataupun extrovert, serta dapat berinteraksi dengan introvert dan extrovert dengan baik. Tidak seperti introvert yang susah bergaul dengan extrovert dan sebaliknya. Namun, kekurangan dari kepribadian ini, karena memiliki kepribadian di antara introvert dan extrovert, orang dengan kepribadian ambievert jadi sering terlihat moody, karena sifatnya yang sering berubah-ubah.

Sejak aku masuk sekolah, aku selalu bisa menjadi dominan dan berada di dalam lingkaran besar. Namun, saat ini aku merasa masih di dalam lingkaran kecil di kantorku yang sekarang.

Itulah sebabnya aku menyebutnya “Curse of Circle”, karena nyaman atau tidaknya aku dalam sebuah lingkungan tergantung di dalam lingkaran mana aku berada.

Antara bangku, meja dan komputer

Setiap pagi aku bergulat dengan kepala yang susah terangkat dari bantal empukku, mata yang sulit dibuka dari nikmatnya alam bawah sadarnya dan selimut yang kian menghangatkan badan dari udara pagi. Aku sangat sulit bangun pagi. Teman-teman se-genkku sudah tau, diantara berlima aku yang paling sulit bangun pagi.

Aku punya satu tanggung jawab, yaitu pekerjaanku di kantor. Kebetulan aku bukan sekretaris utama, melainkan sekretaris grup. Proyek yang sedang bosku garap belum bisa maju lagi dikarenakan belum keluarnya perizinan dari Dinas Tata Ruang, hal ini menyebabkan sedikitnya pekerjaan yang harus kukerjakan.

Maka dimulailah rutinitasku antara bangku, meja dan komputer. Aku bangun pukul 06:30 WIB dan langsung berdiri di depan deretan baju yang kupunya. Bisa 5 – 15 menit aku berdiri di sana. Setelah itu aku setrika licin jilbab dan baju-bajuku. Setelah yakin wangi dan licin, aku pergi mandi. Aku mandi pagi hanya 5 menit. Persiapan pun hanya 10 menit karena aku memutuskan untuk merapihkan jilbab dan ber-make up di kantor saja. Ku taruh sehelai jilbab sembarangan di atas kepalaku, memakai jaket lalu berangkat dengan terburu-buru.

Begitu tiba di kantor, aku duduk dengan manis. Mengeluarkan segala make up dan penitiku setelah menekan tombol power komputerku. Sekitar 15 menit aku sudah rapih dan siap bekerja. Kubuka browserku dan langsung log in yahoomail. Kubuka folder pekerjaanku, lalu diam. Tidak ada yang bisa dan harus kukerjakan. Paling hanya satu, dua atau tiga pekerjaan kecil saja sesuai permintaan bos kecilku, koko Imron.

Persahabatanku antara bangku, meja dan komputer terjalin semakin erat. Duduk, berpangku tangan dan mencari-cari kegiatan di dalam komputerku. Kejenuhanku semakin hebat. Dari dulu bekerja, aku lebih suka kalau banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan. Walau ada juga saat-saat aku kewalahan atau sedang malas mengerjakan apapun. Tidak adanya pekerjaan memang membuatku jenuh, tapi tidak adanya teman untuk berbagi, bercerita dan bercanda tawa di ruangan menambah kejenuhanku. Aku malas pergi ke kantor, teriakku dalam hati.

Aku ingin ke Bali! Mungkin itu bisa menghilangkan jenuhku. Ke Bali selama beberapa bulan, bermain bersama Icon, sepupuku yang tinggal di sana. Tidak ada yang mengenalku. Bebas, lepas dan menikmati suasana asing dan baru. Tentunya tidak jauh dari laut. Aku rindu laut.

Hatiku bergelut sangat rapuh, aku butuh pekerjaan ini dan aku harus bersyukur. Tidak semua orang seberuntung aku. Aaahh aku benci keadaan hati dan pikiranku yang seperti ini.

Mari tidur saja.

Marhaban yaa Ramadhan

Tidak terasa sudah masuk bulan suci Ramadhan 2014, dimulai dari hari Minggu tanggal 29 Juni 2014. Puji syukur Alhamdulillah puasa hari pertama jatuh pada hari Minggu, karena artinya bagi yang bekerja bisa berbuka bersama keluarga di rumah. Aku senang walaupun aku tidak bisa puasa karena masih haid.

Puasa Ramadhan tahun ini aku rasakan berbeda dengan tahun lalu. Aku merasakan kehadiran-Nya lebih nyata di relung hatiku. Ku coba terus menengadahkan kedua tanganku demi merengkuh-Nya. Aku yang begitu lemah ini terhadap nafsu dunia sangat membutuhkan Tuhanku. Aku tahu Dia selalu ada, melihatku, mengamatiku bahkan menungguku tanpa jenuh. Aku ingin pulang dan harus pulang kembali ke jalan-Nya yang lurus, jalan yang Dia ridhoi.

Sudah berapa lama kamu tidak membaca Al-qur’an? Sebuah Kitab Suci yang diturunkan untuk nabi Muhammad SAW beserta umatnya. Aku akan mulai membacanya kembali di bulan yang suci dan penuh ampunan ini, bismillah!

SALE SALE SALE!

Logo_HUT_Final jakarta-great-sale







Seperti tahun-tahun sebelumnya, Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2014 kembali digelar selama 1,5 bulan mulai 7 Juni 2014 hingga 19 Juli 2014.

Thank God It’s Friday! Setelah dilanda kejenuhan selama seminggu ini karena kurangnya kerjaan di kantor, jam 11:30 WIB aku ditelepon temanku dan kami pun pergi ke Blok M Plaza naik taxi. Aku, mba Nana & mba Dhiba. Karena sedang berpuasa, kami tidak ke Restoran melainkan langsung menuju TKP –> Matahari Department Store.

Di Matahari sedang banyak diskon yang ditawarkan. Mulai dari diskon 20% – 50%, juga bisa mendapatkan kupon Rp.100rb jika melakukan pembelian Rp.300rb. Kupon tersebut hanya dapat digunakan pada hari yang sama dengan minimal pembelian Rp.200rb.

Dan aku JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA! Bukan, bukan sama siapapun, tapi sama dress anggun yang terpajang di salah satu sudut toko. Ukurannya sangat pas di badanku termasuk panjangnya, adem dan lembut. Warnanya coklat kebiruan, seperti motif batik. Setelah meyakinkan diri dengan mencobanya di kamar pas, akhirnya aku membelinya. Harga awal Rp.375rb diskon 20% menjadi Rp.303rb. Aku mendapatkan kupon Rp.100rb. Awalnya aku ingin membeli sepatu seharga 200rb, namun tidak ada yang aku suka. Akhirnya aku berkeliling mencari kaos Nevada yang lucu-lucu. Dapatlah aku 2 buah kaos lengan panjang dan pendek seharga Rp.99.900/kaos. Artinya aku hanya membayar Rp.100rb untuk 2 buah kaos tersebut. Mungkin harganya tetap tidak lebih murah kalau aku beli di ITC, tapi aku tetap merasa puas :p

Mungkin Next Shopping akan hunting High Heels lagi?

Exploring Dufan With Wisma Kiwanis Kids

Dufan

Liburan sekolah itu saat yang tepat untuk ngajak anak jalan-jalan. Jumat, 27 Juni 2014, kami para pengasuh menemani anak-anak asuhan kami “Wisma Kiwanis” berpetualang di Dufan untuk pertama kalinya. Apakah kalian bisa membayangkan bagaimana bersemangatnya mereka dibalik wajah-wajah pemalu mereka? Sangat bersemangat!

Kami tiba di Dufan sekitar pukul 11 siang. Harga tiket tahun ini Rp.250rb/orang, dan jika tambah Rp.10rb akan mendapatkan Annual Pass (Free Pass Dufan selamat 1 tahun). Harga masuk ancol Rp.20rb/orang dan Rp.20rb/mobil. Setelah beberapa menit mengantri tiket, kami langsung masuk dan berburu wahana pertama.

Kora-kora Kora-kora. Wahana berbentuk perahu besar yang terobang-ambing di langit. Semakin cepat dan tinggi perahu berayun, akan semakin menegangkan. Terlihat wajah anak-anak yang tertawa saat menaikinya. Kadang ada beberapa orang yang mual naik perahu ini.

DSCN9697 Lalu anak-anak memilih Ontang-anting. Wahana berupa kursi duduk, lalu diputar searah jarum jam selama beberapa menit. Mungkin kalau mata dipejamkan serasa terbang di angkasa. Aku tidak berani naik ini, karena aku selalu terbayang bagaimana kalau tali kursi itu putus? Nanti tubuhku yang mungil ini terpental entah kemana. OMG.

Halilintar Ini dia wahana ternama di setiap Taman Bermain sejenis Dufan di seluruh negara, Halilintar. Kereta panjang tanpa atap yang siap berjalan di atas rel yang panjang, tinggi dan berliku. Dulu aku pernah coba dan cukup sekali aku naik ini. Sangat menegangkan saat kereta meluncur cepat dr keadaan terbalik ke bawah >____<

IMG_0002 Untuk meredakan adrenalin, akhirnya kami masuk wahana air yang bernama Arung jeram. Ini wahana favoritku! Duduk di perahu bulat sebanyak 8 orang, lalu berjalan menyisiri sungai yang bergelombang. Ada tempat duduk yang bisa basah terciprat air, ada juga yang tidak kena. Tergantung keberuntungan dalam memilih tempat duduknya. Kalau aku basah, kusebut itu keberuntungan hahaha.

?????????? Nia Gara2 juga wahana air. Tapi berupa perahu panjang yang muat maksimal 5 orang. Berjalan tenang menyisiri pipa air terbuka, naik lalu turuun dengan cepat. Wahana ini juga cukup seru.

?????????? Anak-anak SD kepingin naik ini, Komedi Putar. Hanya kursi berbentuk kuda yang terbuat dari keramik, berputar beberapa kali. Selain itu kami juga naik perahu air, nonton 3D film Paddle Pop, Gajah Beledug dan Bombom Car.

?????????? Kalau kalian ingin melihat keadaan sekitar Dufan, naiklah Bianglala. Walau pun buatku agak tegang saat berada dipuncak karena anginnya besar dan dapat menggoyangkan sedikit bianglalamu, tapi belum lengkap rasanya kalau belum naik ini untuk bersantai menikmati pemandangan dan angin sepoi-sepoi.

Walaupun aku tidak naik banyak wahana dan sangat melelahkan menemani anak-anak bermain, tapi aku senang melihat senyum tawa mereka semua. Ini pertama kalinya aku pergi jalan-jalan bersama mereka.

Setelah puas bermain, pukul 19:00 WIB kami akhirnya keluar dari Dufan dan langsung menuju tempat makan “Bakso Lapangan Tembak Senayan”. Kemacetan yang terjadi malam itu membuat kami tiba di rumah lewat tengah malam. Semoga kalian senang yah. Sampai ketemu lagi, guys!